21 Jul 2014

HIKMAH AZAN DAN IQAMATKAN ANAK YANG BARU DILAHIRKAN


Ada pelajaran penting yang perlunya kita segerakan kepada anak kita setelah ia lahir ke dunia. yang mana ia belum mendengar kalimat-kalimat yang lain; apatah lagi kalimat yang buruk. Maka, marilah kita perdengarkan kepada anak kita sebuah kalimat yang paling penting di dalam agama kita, yakni kalimat syahadat dan atau kata lainnya kalimat tauhid. 

Dalam hal ini perlu kita membacakan azan di telinga kanannya dan bacaan iqamat solat di telinga kirinya. Sudah tentu, cara membacakannya tidak selantang sebagaimana azan dan iqamat solat di masjid; cukup dengan suara yang rendah dan merdu saja.

Mengenai pentingnya membaca azan setelah bayi dilahirkan ini dapat kita lihat dari beberapa hadis berikut:

Abu Rafi’ telah berkata, “Aku melihat Rasulullah Saw. mengazankan di telinga Al-Hasan bin Ali saat baru dilahirkan oleh ibunya, Fatimah.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

“Rasulullah Saw. membaca azan di telinga Al-Hasan (cucunya) ketika Fathimah melahirkannya.” (HR Tirmidzi; hadis ini hasan sahih).

Ibnu Abbas telah berkata, “Sesungguhnya Nabi Saw. mengazankan Al-Hasan bin Ali di telinganya pada kelahirannya. Beliau azan di telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya.” (HR Baihaqi).


Hikmah Adzan dan Iqamah Shalat

Banyak sekali hikmahnya ketika seseorang membacakan azan dan iqamat solat setelah anak dilahirkan. Menurut Ibnu al-Qayyim dalam kitab Tuhfat Al-Maudud fî Ahkam al-Maulud, disebutkan bahwa di antara hikmah azan di telinga bayi ini adalah untuk mengajarkan kepada bayi tentang kebesaran Tuhannya sekaligus meneguhkan kalimat tauhid ke dalam jiwanya semenjak dia dilahirkan ke dunia ini. Di samping itu, menurut Ibnu al-Qayyim, ia sebagai pelindung dari gangguan syaitan atau jin jahat yang selalu mengacau anak manusia semenjak dilahirkan.

Ya, setiap anak yang baru dilahirkan, selalu diganggu oleh syaitan atau jin jahat. Itulah sebab mengapa ketika anak yang dilahirkan terus menjerit atau menangis. Menurut Rasulullah Saw., hal itu disebabkan diganggu oleh syaitan. Mengenai hal ini dapat kita ketahui dari sebuah hadis, yakni dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Jeritan bayi saat keluar (dilahirkan) adalah kerana tusukan syaitan.” 
(HR Bukhari, Muslim, dan Thabrani).

“Tidak ada seorang anak Adam pun yang baru dilahirkan, melainkan syaitan menyentuhnya saat kelahirannya sehingga ia menangis kerana sentuhan syaitan itu, kecuali Maryam dan putranya.” (HR Bukhari dan Muslim).


Pentingnya Memohon Perlindungan kepada Allah Swt.

Sebagai orangtua yang sangat mencintai anak, sudah tentu kita tidak rela kalau anak kita diganggu oleh syaitan atau jin jahat. Kita tidak ingin kalau anak kita sejak kecil sudah berada dalam pengaruh keburukan syaitan. Oleh sebab itu, kita mesti perlu berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan ini.

Mengenai pentingnya berlindung kepada Allah Swt. dari gangguan syaitan ini, terutama bagi anak-anak kita yang baru dilahirkan, telah disampaikan di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

“Maka tatkala istri ‘Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: ‘Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (QS Ali ‘Imran [3]: 36).

Kepada siapa lagi kita memohon perlindungan kalau tidak kepada Allah Swt. Sungguh, sikap memohon perlindungan ini sangat perlu untuk kita lakukan kerana syaitan sentiasa berusaha untuk mengganggu kita. Apatah lagi anak kita yang baru masih bayi; yang belum tahu apa-apa kecuali hanya menangis ketika digoda oleh syaitan, betapa sangat penting bagi kita untuk memohonkan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan ketika anak kita baru dilahirkan. Dan, salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan membacakan azan dan iqamat di telinganya setelah ia dilahirkan.

Dalam hal ini, marilah kita perhatikan sebuah hadis, yakni Husain bin Ali r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

“Barang siapa yang dilahirkan seorang bayi baginya, kemudian ia mengucapkan azan di telinga kanannya dan iqamat solat di telinga kirinya, maka Ummu Sibyan [setan atau jin jahat yang suka mengganggu anak-anak] tidak akan membuatnya dalam bahaya.” (HR Baihaqi dan Ibnu Sunni).


Siapakah yang Mengumandangkan

Orang yang diutamakan untuk mengumandangkan azan dan iqamat solat adalah orang tuanya, dalam hal ini adalah ayahnya. Lalu, muncul pertanyaan, bagaimana jika ayahnya tidak pandai membaca azan dan iqamat solat? Inilah perlunya bagi seorang calon ayah untuk belajar terlebih dahulu sebelum anaknya lahir ke dunia ini.

persoalannya, bagaimana jika ayahnya tidak tahu atau memang tidak berada ketika anak dilahirkan? Bila maklum keadaannya seperti ini, azan dan iqamat boleh dilakukan oleh abangnya, ahli keluarga yang lain, atau siapa yang boleh melakukannya. Sungguh, mengumandangkan azan dan iqamat solat di telinga bayi yang baru dilahirkan ini meskipun hukumnya sunnah, namun kalau boleh janganlah ditinggalkan perkara sebegini. Hal ini dipandang penting, terutama kaitannya dengan pendidikan tauhid bagi anak dan sebagai permohonan perlindungan sang anak agar tidak diganggu oleh syaitan atau jin jahat.

Demikianlah semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk kita bersama.

Salam bahagia,

Akhmad Muhaimin Azzet


EmoticonEmoticon